
Sejatinya kata Tahir,saat ini air seharusnya sudah mengalir dari Koko' Kermit dan Koko' Marongkek untuk mengairi lahan pertanian diwilayah Sakra Timur,namun sampai saat ini air tidak terlihat mengalir ,padahal lanjutnya lagi, berdasarkan rapat koordinasi yang dilaksanakan dua hari yang lalu yang dipimpin oleh dirinya dan dan juru pengairan (jupeng) wilayah Moyot tengah Jupari,dalam rapat koordninasi tersebut perwakilan lima Desa turut hadir dan meyepakati tanggal 20/03 air harus sudah mengalir diareal pertanian Sakra Timur.
Namun,lanjut kades yang terkenal dikalangan wartawan ini, sampai saat ini air tidak ada yang mengalir,akibat tidakan sabotase kades tersebut,"kalu kondisi ini dibiarkan maka tentu lombok timur tidak akan memenuhi target,dalam produksi beras".ujarnya.
Lebih jauh diceritakannya,dalam menangani kondisi saat ini dirinya bahkan sempat menyambangi Dinas PU pengairan Lombok Timur namun dirinya merasa kecewa pasalnya tidak ada satupun pejabat berada dikantor tersebut,dirinya,diinformasikan oleh salah seorang staf yang masih berada disitu bahwa ",para pejabat semua pada keluar".tutur tahir sembari menirukan staf PU pengairan yang memberitahunya.(Kim)