NTB,teropongdesa.com-puluhan pedagang pasar tradisional Desa Lepak,Kecamatan Sakra Timur,Kabupaten Lombok Timur mengeluhkan kerap mendapatkan uang palsu setiap hari ramai ( hari pasaran:red )."karena terlalu ramai,saya kadang tidak sempat mengecek keaslian uang pembayran yang saya terima dan juga uang tersebut persis seperti uang asli ,sehingga hari selasa kemarin ( hari pasaran:red ) ,saya dapat uang palsu sampai 700 ribu"tutur sufi,pedagang grosiran yang berasal dari masbagik kepada teropong desa,jum'at 8/01.
Ditempat yang sama,beberapa pedagang ikan dan pedagang bakulan lainnya juga mengakui bahwa dirinya juga pernah mendapatkan uang palsu pada bulan-bulan ini,sehingga dengan banyaknya pedagang lainnya memperoleh uang palsu ,sempat membuat para pedagang lainya merasa resah karena takut mengalami hal yang sama .
Sufi,mengakui 700 ribu Uang palsu, lima lembar pecahan 100 ribuan dan 4 lembar pecahan 50 ribuan yang diperolehnya membuat dirinya merugi,dengan apa yang dialaminya tersebut,sufi hanya mampu menggerutu sembari menyumpahi orang yang dianggap tega membayar barangnya dengan upal tersebut, "semoga yang bayar barang saya dengan uang palsu tersebut,nyungsep",ujarnya dengan nada. Jengkel.
dihawatirkan juga oleh para pedagang,Upal yang beredar saat ini hampir tidak bisa dibedakan dengan uang yang asli,jadi,bila aparat tidak segera bertindak,maka besar kemungkinan banyak pedagang akan memperoleh Upal tersebut,
Dengan situasi tersebut para pedagang beranggapan bahwa aparat penegak hukum kecolongan, bahkan Dianggapnya tidak becus menanggulangi predaran uang palsu yang marak beredar saat-saat ini.
Terkait dengan kondisi terebut,Kapolsek Sakra Timur,IPTU Lalu Kusmayadi enggan berkeomentar,dengan alasan Polsek Sakra Timur untuk saat ini masih belum ada Reskrimnya,untuk itu lanjutnya lagi,terkait beredarnya Upal ( uang palsu ) di pasar tradisional Desa Lepak,dirinya perlu berkoordinasi dengan Kasad Reskrim Polres Lombok Timur. (kim)