Tajuk Teropong Desa :
Home » » Massa Aksi Peduli Lingkungan:Aparat Anarkis,9 Pendemo Terkapar

Massa Aksi Peduli Lingkungan:Aparat Anarkis,9 Pendemo Terkapar

Written by Unknown on Friday, January 29, 2016 | 9:53:00 AM

NTB,teropongdesa.com-Demo penolakan penyedotan pasir yang di izinkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ( PemKab ),berahir ricuh,ratusan massa yang menolak penyedotan pasir tersebut mendesak PemKab Lotim untuk mencabut Izin yang diberikan kepada perusahaan,karena dianggap akan merusak Lingkungan serta Ekosistem.

Gerakan ratusan massa pada Rabu pagi 27/01 tersebut sempat membuat macet jalan utama,namun puluhan aparat kepolisian dibantu SatPol PP diturunkan mengawal jalannya aksi.

Aksi massa melakukan long march dari depan Bank Republik Indonesia ( BRI ) ,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Lombok Timur dan Kantor Bupati Lombok Timur, namun akibat tidak satupun pejabat PemKab Lotim menemui para pendemo ,aksi massa muali tidak terkontrol bahkan massa aksi memaksa masuk kegedung Pemerintah Tersebut,namun dihalangi aparat,

Saling dorong antara aparat dan massa aksipun tidak terelakkan sehingga apararat berusaha menertibkan para pendemo dengan menyemprotkan gas airmata ,akibat tidakan aparat tersebut ,para pendemo kocar kacir bahkan beberapa pendemo pingsan dan luka-luka.

Akibat kejadian tersebut 9 pendemo mengalami luka-luka dan beberapa orang lainnya pingsan ,kesemua korban dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan,akibat tindakan aparat tersebut,beberapa tokoh pergerakan mengecam keras Aparat yang selalu menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,"sudah tidak zamannya lagi kepolisian menyelesaikan masalah dengan kekerasan,kalau masih ada jalan negosiasi,kenapa harus menempuh jalur kekerasan".ujar Eko Rahadi ,

Atas insiden yang terjadi Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur, AKBP Karsiman menyatakan akan bertanggung jawab terhadap korban yang terluka dan berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan para warga yang menjadi korban dalam unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

“Awalnya mereka tertib melaksanakan unjuk rasa, namun karena ada pelemparan, anggota langsung melakukan penertiban,” ujarnya.

Karena tindakan penertiban tersebut tidak juga diindahkan, anggota yang turun mengamankan langsung diperintahan untuk menyemprotkan gas air mata ke tengah massa. “Tujuan awal kami untuk mencerai berai massa, agar tidak berlanjut pada anarkistis,” jelasnya.

Akibatnya, kata Karsiman, ada sejumlah warga yang mengalami sesak nafas, terjatuh, bahkan berakibat pada tabrakan sesama pengunjuk rasa.
“Ada enam orang yang mengalami luka-luka, tapi sekarang sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Terkait dengan penyampaian orasi, Karsiman mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berupaya mncarikan solusi, dengan cara melakukan mediasi, antara pengunjuk rasa dengan pihak pemkab.
“Sejumlah perwakilan dari massa, kami persilakan untuk bertemu dengan pejabat pemda, guna menyampaikan aspirasinya secara langsung,” ucapnya.

Mengenai hasil mediasi tersebut, Karsiman mengaku tidak mengetahui. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertugas sesuai dengan garis koordinasi, yakni untuk mengamankan aksi massa agar tidak terjadi bentrokan atau perusakan.

“Yang jelas, setelah terjadi pertemuan dengan pihak pemkab, massa membubarkan diri secara tertib,” tutup Karsiman. (Kim)
Share this post :

Respon Anda Terhadap Berita Ini?

Komentar

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

 
Copyright © 2016. Teropong Desa - All Rights Reserved
Facebook | Redaksi | Kontak Kami | Disclaimer | Iklan
Supported By BKL Media
Contact : Admin Teropong Desa