Teropongdesa.com-Kualitas rumput
laut Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Karena itu, Republik Rakyat Cina
dan Singapura memborong rumput laut Indonesia dengan total kontrak dagang
sebesar US$ 58 juta atau senilai Rp 782,71 miliar. “Dunia mengakui kualitas
rumput laut Indonesia. Dari total ekspor rumput laut dunia, Indonesia mampu
menjadi pemasok utama rumput laut dunia dengan pangsa sebesar 26,50 persen dari
total US$ 1,09 miliar permintaan dunia,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan
Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, dalam siaran pers
yang diterima Ahad (2/8).Rumput laut kering dibeli oleh tiga importir asal Cina, yakni Green Fresh (Fujian) Foodstuff Co, Ltd; Xiamen DSC Import & Export Co, Ltd, dan; Fujian Province LVQI Food Colloid Co, Ltd. Pembelian tersebut bekerja sama dengan PT Phoenix Jaya, dengan total nilai kontrak sebesar US$ 24,6 juta, sementara pembelian oleh Shanghai Brilliant Gum Co, Ltd atas produk rumput laut PT. Rika Rayhan Mandiri senilai US$ 24 juta.
Perusahaan lain yang juga tercatat melakukan penandatanganan adalah PT Sumber Makmur senilai US$ 5 juta, PT. Agro Niaga senilai US$ 3,4 juta, dan PT Simpul Distribusi senilai US$1 juta.
Adapun perusahaan Singapura Gills & Fins Pte, Ltd. melakukan kontrak kerja sama produk rumput laut dengan PT Jaringan Sumber Daya sebesar US$ 500 ribu.
Untuk produk rumput laut kering, permintaan dunia terutama sangat tinggi. Produk tersebut diolah menjadi bahan baku makanan olahan, makanan hewan peliharaan, bahan makanan tambahan, pengendalian pencemaran, dan bahan kecantikan.
Nus mengatakan, ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha rumput laut untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas budidaya rumput laut Indonesia. Pelaku usaha juga diminta meningkatkan produksi produk rumput laut yang bernilai tambah.
Data Kementerian Perdagangan memperlihatkan, total ekspor rumput laut Indonesia di tahun 2014 mencapai US$ 226,23 juta dan nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 39,25% terhadap ekspor tahun 2013, yang tercatat sebesar US$ 162,45 juta. Sementara itu, ekspor rumput laut pada periode Januari-Mei 2015 tercatat hanya US$ 75,73 juta atau menurun 12,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2014.
Akan halnya tren ekspor komoditas ini ke dunia selama 2010-2014 mengalami peningkatan sebesar 11,06%, dengan lima negara tujuan ekspor terbesar rumput laut adalah Cina dengan pangsa ekspor 72,06%, Filipina dengan 5,82%, Chile 4,89%, Korea 4,39%, dan Vietnam 2,05%. Padahal, dalam skala dunia, pemasok rumput laut selain Indonesia adalah Chile dengan pangsa pasar sebesar 16,73%, Korea Selatan 16,06%, Cina 7,98%, dan Filipina sebesar 5,77%.(redaksi).