Tajuk Teropong Desa :
Home » » Pemerintah Dengan Rakyat Tidak Se-paham Membuat Bansos Mubazir

Pemerintah Dengan Rakyat Tidak Se-paham Membuat Bansos Mubazir

Written by Unknown on Thursday, August 13, 2015 | 4:51:00 PM

Kades Seruni Mumbul Tajuddin
Teropongdesa.com -Tidak sepaham antara pemerintah dengan masyarakat megenai bansos dikeluarkan membuat rakyat tidak sesuai dengan harapan, seperti bantuan perahu yang diterima di desa Seruni Mumbul kecamatan Peringgabaya Lombok Timur tidak dipergunakan dengan alasan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Menurut cerita DPRD Lombok Timur Nurdin kepada Teropongdesa.com, ia megatakan “ tidak sesuai dengan bansos yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dikarenakan tidak sesuai dengan selera para nelayan setempat.”

Sebenarnya diikuti apa keinginan dari para nelayan ini, apa maunya supaya tidak mubazir yang disumbangkan, ini seharusnya dijadikan sebagai Top down, dari pemerintah untuk masyarakat terpenuhi aspirasi kedepannya keluh Nurdin.

Permasalahan sumbagan perahu itu memang tidak digunakan kata kepala desa Seruni Mumbul kelemahan nelayan kita karena tidak sesuai antara kemampuan atau skill dengan kapal yang dipergunakan.

Kepala Desa Seruni Mumbul Tajuddin megungkapkan “ bansos ini seharusnya orang SDM-nya tinggi baru bisa menggunakan, sehingga kemauan antara pemerintah sebagai pemberi bantuan alat kepada masyarakat sejalan dengan apa digunakan”.

Kalau tidak sesuai kemampuan dan kemauan dengan sumbangan yang diberikan kepara nelayan pada akhirnya tidak ada gunanyakan, katanya.

Menurut seorang pegusaha ikan UD. Rizki Bersama H. Mustari megatakan “ persoalan tentang perahu itu, kita lihat apa kemauan dari para karyawan, anak buah kapal (ABK) ini perlu diutamakan masalahanya kami pernah sebagai karyawan kapal sehingga tahu persis apa yang harus dipenuhi kepada ABK”.

H. Mustari menerangkan terkait kemampuan dengan peralatan disebut canggih, SDM memumpuni, tidak mampu skill bersaing dengan peralatan biasa atau tradisional itu kita salah paham, salah menafsirkan.

Peralatan antara modern dengan tradisional sebenarnya sama hasil tangkapannya, cuma tehnis kerja perlu dikuasai bukan kita punya peralatan canggih lalu tidak bisa bersaing, itu salah memahami, tuturnya.

Lalu, megenai anak buah kapal kita ikuti kemauannya, apakah mereka mau membawa kapal yang besar dibuatkan yang besar begitu juga kecil, pokoknya bagaimana meraka merasa nyamanlah.

Tidak ada pegaruhnya peralatan modern dengan tradisional sehingga tidak bisa menghasilkan yang memuaskan, perlu diketahui ikuti kemauan para karyawan, tutupnya.
Share this post :

Respon Anda Terhadap Berita Ini?

Komentar

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

 
Copyright © 2016. Teropong Desa - All Rights Reserved
Facebook | Redaksi | Kontak Kami | Disclaimer | Iklan
Supported By BKL Media
Contact : Admin Teropong Desa