Tajuk Teropong Desa :
Home » , » LIPKAR:Study banding DPRD lotim Mubazir

LIPKAR:Study banding DPRD lotim Mubazir

Written by Unknown on Monday, June 20, 2016 | 12:11:00 PM

LOTIM,teropongdesa.com - Beberapa hari terakhir gedung DPRD Lombok Timur (Lotim) ,Nusa Tenggara Barat (NTB) terlihat lengang, hanya beberpa karyawan Sekretariat DPRD yang terlihat lalu lalang melakukan kegiatan yang tidak jelas.

Sekretaris DPRD Lotim, Afkharuddin, saat dikonfirmasi terkait situasi tersebut, Sabtu (18/6/2016), mengatakan bahwa seluruh anggota DPRD Lotim saat ini masih berada di Kabupaten Depok, Jawa Barat dalam rangka study banding tentang laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Daerah.

Menurutnya,hal tersebut penting dilakukan karena laporan keuangan Kabupaten Lombok Timur saat ini mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh karena itu lanjutnya lagi,"DPRD kita penting melakukan study banding ke daerah dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP)", ujarnya.

Pernyataan Sektaris DPRD Lotim tersebut mendapatkan reaksi keras dari M. Ihsan Darma Santosa, Direktur Lembaga Independen Pemantau Kebijakan untuk Rakyat (Lipkar).

Kegiatan DPRD Lotim tersebut merupakan tindakan yang di luar kewajaran, " di dalam Provinsi NTB ada kan daerah yang mendapatkan predikat WDP, seperti Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram,kenapa nggak study banding kesitu saja,".tanya dia.

Tidakan wakil rakyat tersebut dianggapnya tidak punya rasa empati kepada rakyat di tengah-tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok yang tidak terkontrol namun masih saja melakukan kegiatan yang tidak terlalu penting,"apalagi daerah kita tidak sekali ini  mendapatkan predikat WDP,lalu apakah setiap kita diberikan predikat tersebut ,kita pergi study banding,"sindirnya.

Menurut dia,Hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkat kinerja semua SKPD dan mengavaluasi seluruh pejabat yang dianggap tidak memiliki kompetensi, "bukan malah sebaliknya."Ujarnya.

Tidakan yang dilakukan DPRD saat ini dianggapnya cuma  menghabiskan anggaran daerah tanpa membawa hasil yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

"Selama ini mereka selalu keluar daerah,untuk Bintek,srtudy banding,dan kegiatan lainnya dan semua tau kalu kegiatan mereka  itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,namun mana hasilnya."Pungkasnya,dengan nada kesal.(Rip)
Share this post :

Respon Anda Terhadap Berita Ini?

Komentar

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

 
Copyright © 2016. Teropong Desa - All Rights Reserved
Facebook | Redaksi | Kontak Kami | Disclaimer | Iklan
Supported By BKL Media
Contact : Admin Teropong Desa