Tajuk Teropong Desa :
Home » » Anggota Dewan Dipolisikan Karena Dugaan Mendapatkan Bantuan Menggunakan Lembaga Abal-Abal,

Anggota Dewan Dipolisikan Karena Dugaan Mendapatkan Bantuan Menggunakan Lembaga Abal-Abal,

Written by Unknown on Saturday, August 15, 2015 | 11:48:00 AM

Teropongdesa.com-Front Rakyat Bersatu ( FRB ) Lombok Timur Muhyi Abidin Melaporkan H.Lalu Mujmal Faris anggota dewan Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)Lombok Timur sekaligus ketua kelompok peternak "Ambal ke Ambal" Kecamatan Peringgasela ,ke Polres Lombok Timur ,krena diduga bantuan sosial ( BANSOS ) 50 ekor sapi yang diperolehnya 2012 - 2013 dari Dinas Peternakan dan Pertanian Lombok Timur,diduga menggnakan lembaga abal-abal.
Muhyi membeberkan,dari temuannya dilapangan,bahwa sapi yang diperoleh Mujmal dari Dinas Peternakan dan Pertanian Lombok Timur tersebut tidak jelas keberadaannya,
Lanjutnya lagi,Dianggap keberadaan sapi tersebut tidak jelas ,sehingga masyarakat mengadukan hal tersebut kepada kami ,"Temuan kami Ini berdasarkan pengaduan dari masyarakat,jadi bukan kita sengaja mencari kesalahan Haji Mujmal",tuturnya.
Muhyi menerangkan, laporan yang diajukan FRB ke Polres Lombok Timur tersebut sudah dilengkapi dengan satu alat bukti dokumen pencairan bantuan dari Dinas Peternakan dan Pertanian dan diyakini mampu menjerat mujmal,dan dikatakannya juga,kasus tersebut akan selalu dikawal sampai tuntas.
"Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,bila perlu kami akan aksi bila kasus ini diabaikan".pungkasnya.
Saat dikonfirmasi terkait laporan Front Rakyat Bersatu tersebut,mujmal membantahnya,karena merasa tidak pernah menerima bantuan 50 ekor sapi pada tahun 2012 - 2013 sesuai laporan yang dilakukan FRB terhadap dirinya,
Namun diakuinya sumbangan 50 ekor sapi tersebut diterima kelompoknya "ambal ke ambal" pada tahun 2008,dan keberadaan sapi-sapi tersebut masih ada sampai sekarang dan data nama-nama penerima tersebut masih di simpannya.
"Laporan itu tetap akan saya hadapi tapi Gimana saya akan mengakui menerima sumbangan pada tahun 2012 - 2013 seperti laporan itu ,kalu 2008 baru benar dan saat itu Ali Bin Dahlan jadi bupatinya".tuturnya.(Kim)
Share this post :

Respon Anda Terhadap Berita Ini?

Komentar

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

 
Copyright © 2016. Teropong Desa - All Rights Reserved
Facebook | Redaksi | Kontak Kami | Disclaimer | Iklan
Supported By BKL Media
Contact : Admin Teropong Desa